blog ini di peruntukan untuk siapa saja, yang ingin mencari wawasan lebih dari internet
Minggu, 10 Mei 2015
Cara menyambungkan smart phone ke tv (indonesia)
hai gues ketemu lagi dengan saya, hari saya akan memberitahu bagaimana cara agar layar smarphone kalian bisa di tampilkan ke layar tv, lebih lengkapnya langsung aja cekidot
untuk temen yang lebih suka membaca mari ikuti step2 berikut:
persiapan, pastikan anda punya alat-alat yang di perlukan, yang perma yaitu Tv yang ada port hdmi-nya yang kedua Ezcast m2, yang ketiga smatphone, yang keempat pastikan anda punya duit untuk membeli semua alat yang di butuhkan, hehehehehehe.
setelah sarat-sarat di atas terpenuhi nyalakan tv dengan kondisi Ezcast nya sudah terpasang di di port HDMI yang tersedia, tunggu beberapa saat sampat keluar ssd wifi nya keluar,sambungkan smartphone anda dengan wifi yang di sediakan Ezcast tersebut, paswordnya sudah ada di situ tinggal sambung dan setelah tersambung pastikan smartphone anda sudah terisntall Ezcast app, kalo belum anda bisa mendownload di playstore, jika persaratan semua sudah selesai tinggal buka app yang di download tadi dan sambungkan ke wireless HDMI nya dan enjoy, anda bisa menikmati music,video, photo dan internet di layar tv anda,
note: jika Ezcast anda minta update, maka jangan ragu untuk update karena versi terbaru biasanya lebih stabil. semoga membatu kalo masih ada yang belum mengerti bisa tinggalkan pesan di komentar ,terimakasih
Minggu, 19 April 2015
Peran Facebook Sebagai Media Dialogis Antar Umat Beragama
A.
Latar Belakang
Manusia
sebagai makhluk sosial dan manusia telah diberikan akal pemikiran yang sehat,
dimana manusia saling berinteraksi satu sama lainya ciptaan Tuhan Yang Maha
Esa. Manusia dalam pekerjaan, kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara
mempunyai permasalahan yang begitu kompleks serta beda padangan dan pemikiran
yang miliki oleh manusia itu sendiri. Dalam hal ini permasalahan yang sering
muncul secara tiba-tiba yang tidak diinginkan bisa terjadi suatu konflik
horizontal dan konflik lainnya mungkin akan dialami oleh setiap manusia.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang
terdiri dari beragam agama. Kemajemukan yang ditandai dengan keanekaragaman
agama itu mempunyai kecenderungan kuat terhadap identitas agama masing-masing
dan berpotensi konflik.Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat yang
multikultural. Multikultural masyarakat Indonesia tidak saja kerena
keanekaragaman suku, budaya,bahasa, ras tapi juga dalam hal agama.
Kerukunan beragama di tengah
keanekaragaman budaya merupakan aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di
Indonesia. Dalam perjalanan sejarah bangsa, Pancasila telah teruji sebagai
alternatif yang paling tepat untuk mempersatukan masyarakat Indonesia yang
sangat majemuk di bawah suatu tatanan yang inklusif dan demokratis.
Keharmonisan dalam komunikasi antar sesama penganut agama merupakan tujuan dari
kerukunan beragama, agar terciptakan masyarakat yang bebas dari ancaman,
kekerasan hingga konflik agama. Dengan perbedaan
tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar
umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang
mengajarkan kepada kita kedamaian, hidup saling menghormati, dan saling tolong
menolong.
Pertemuan dialog antar umat beragama
sudah dilakukan beberapa kali di tingkat local, nasional, regional dan
internasional. Para pemuka dan umat berbagai agama yang berbeda bertemu
bersama, melakukan diskusi bersama dan sharing pengalaman bersama. Tetapi
koflik antar umat beragama masih sering terjadi. Permusuhan bahkan
perseteruan dari umat yang berbeda agama sering diberitakan dalam
berbagai media. Anehnya, sering diungkapkan istilah pembelaan agama yang
dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan politik. Padahal, agama sebenarnya
mengajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, mengedepankan damai dan
kesejahteraan bersama dari umat manusia. Agama manapun tidak pernah menghendaki
pertikaian apalagi peperangan.
Secara umum kegiatan dialog selama
ini telah berjalan dengan baik, walaupun dijumpai beberapa kelemahan atau
kekurangan di berbagai tahapan dan aspek. Diantara kelemahannya adalah, masalah
persiapan pelaksanaan dialog oleh panitia yang masih kurang, kurangnya wawasan
nara sumber mengenai agama lain, minimnya waktu penyelenggaraan, kurangnya
fasilitas, kegiatan dan metode yang kurang variatif (menjenuhkan), termasuk
kuranya materi buku/referensi yang aktual. Secara umum kekurangan atau
kelemahan tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa sebab, antara lain: problem
sumber daya manusa yang masih relatif rendah, biaya dan fasilitas yang masih
minim. Keberhasilan dialog ini antara lain: mereka bisa saling mengenal, lebih
mengetahui berbagai problem yang dihadapi, bersedia saling mendengarkan dan
saling introspeksi, tenggang rasa (toleran) dan seterusnya.
Meskipun dialog antar umat beragama
menjadi penting, namun apakah hal itu efektif dan ideal ketika dilakukan
melalui media jejaring facebook baik chatting dan video calling. Untuk itu,
topik peran facebook sebagai media dialogis antar umat beragama, menjadi
penting untuk dikaji dalam penelitian ini.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
peran facebook sebagai media dialogis antar umat beragama?
2.
Bagaimana
efektivitas facebook sebagai media dialogis antar umat beragama?
C.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
dapat diketahui tujuan penelitian ini sebagaimana berikut:
a.
Mengetahui peran
facebook sebagai media dialogis antar umat beragama.
b.
Mengetahui
efektivitas facebook sebagai media dialogis antar umat beragama.
2.
Kegunaan
penelitian
Besar harapan dari penelitian ini bermanfaat,
baik secara:
a.
Teoritis
Memberikan kontribusi
baru dalam khazanah keilmuan, terutama terkait peran facebook sebagai media dialogis antar umat beragama.
b.
Praktis
Memberikan pengetahuan, pemahaman, dan
penghayatan dari peran dan
efektivitas facebook sebagai media dialogis antar umat beragama.
D.
Telaah Pustaka
Berkaitan dengan tema tulisan ini, penulis telah melakukan pra-penelitian
terhadap literatur pustaka yang relevan. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh
mana penelitian dan kajian terhadap tema ini telah dilakukan, serta mengetahui
peta konsep penelitian atau tulisan terdahulu, sehingga nanti tidak terjadi
pengulangan yang sama untuk diangkat ke dalam sebuah tulisan skripsi. Adapun
karya-karya penelitian yang terklarifikasi dengan tema tulisan ini, antara
lain:
Rohadi
dalam skripsinya mengemukakan bahwa dialog Islam-Kristen di Indonesia meliputi
dialog kesadaran akan pluralitas, dan dialog kehidupan, karya dan teologis. Tarmizi
dalam skripsinya mengemukakan interaksi antar umat beragama di Sorowajan
menumbuhkan sikap toleransi, kerjasama, dialog, dan saling menghargai dan
terbuka satu sama lain. Dan Wahyudi mengungkapkan dalam skripsinya bahwa konsep pluralisme agama
mendapatkan apresiasi dalam ruang pendidikan Islam di Indonesia.
E.
Landasan Teori
1.
Facebook
Media sosial adalah sebuah
media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi,
berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki
merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di
seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial
sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas
dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan
pertukaran user-generated content".
Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari
2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc. Pada September 2012, Facebook
memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari
separuhnya menggunakan telepon genggam. Pengguna harus mendaftar sebelum
dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain
sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan
otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat
bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan
berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas
lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti
"Rekan Kerja" atau "Teman Dekat".
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan
sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum,Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya
terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di
Boston, Ivy
League,
dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri
kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah
menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.
Meski begitu, menurut survei Consumer Reports bulan Mei 2011, ada 7,5 juta
anak di bawah usia 13 tahun yang memiliki akun Facebook dan 5 juta lainnya di
bawah 10 tahun, sehingga melanggar persyaratan layanan situs ini.
2.
Dialog
Dialog (kadang-kadang
dieja sebagai dialog pada Bahasa Inggris
Amerika) adalah
sebuah literatur dan teatrikal yang terdiri dari percakapan secara lisan atau tertulis antara dua orang
atau lebih. Sejarahnya berasal sebagai narasi, filosofi atau lambang dedikasi yang dapat ditemukan di
Literatur Yunani Kuno dan Literatur India, khususnya pada seni kuno yaitu Retorika.
Mempunyai kehilangan kontak hampir semuanya
pada abad ke-19 dengan dasar-dasar dalam retorika, gagasan
dialog muncul ditransformasikan dalam pekerjaan kritikus kebudayaan seperti Mikhail Bakhtin dan Paulo Freire, teolog sepertiMartin Buber, sebagai sebuah eksistensial paliatif untuk melawan atomisasi dan
keterasingan sosial dalam masa masyarakat industri.
Menurut Schumann, dialog antar umat beragama
berarti melepaskan segala bentuk prasangkan dan lebih menggumuli pemahaman yang
lebih baik dan tepat terhadap apayang dibicarakan. Sehingga, dengan adanya
dialog, dapat menghasilkan sikap saling pengertian antar umat beragama.
F.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Adapun
sifat penelitian ini adalah diskriptif yang memberikan gambaran secara objektif
tentang keadaan yang sebenarnya dari objek atau data yang diteliti dan kemudian
diinterpretasikan. Proses pengumpulan data penulis mengunakan teknik
pengumpulan data observasi, interview, dan dokumentasi. Data dalam penelitian
ini dihasilkan dari dua sumber, yaitu: Pertama, sumber primer, yaitu
sumber yang dijadikan sumber utama dan penting dalam penelitian. Kedua, sumber
sekunder, yaitu sumber pendukung yang berhubungan dengan topik penelitian.
G.
Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dimaksudkan untuk
memberikan gambaran secara runtut dari alur skripsi, serta memudahkan pembaca
dalam mengenali konstruk skripsi. Keseluruhan skripsi ini terdiri dari lima bab
antara lain: Bab pertama, berupa pendahuluan, yang berisi latar belakang
masalah yang mendasari penelitian ini. Selanjutnya, rumusan masalah, tujuan dan
kegunaan penelitian, telaah pustaka, landasan teoritik, metode penelitian, dan
sistematika pembahasan. Bab kedua, berisi uraian tentang pendalaman
teori terkait facebook dan dialog antarumat beragama. Bab ketiga, berisi
tentang hasil penelitian, dan bab keempat, merupakan bagian akhir
pembahasan skripsi, yaitu berupa penutup, kesimpulan dan saran-saran.
H.
Daftar Pustaka
H.
Schumann, Dialog Antar Umat Beragama,
Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008, hal. 566.
Rohadi, “Dialog Islam-Kristen Di Indonesia (Kajian Atas
Dialog Teologis)”, Skripsi Jurusan
Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, 2003.
Suharsimi Arikunto, Prosedur
Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2010
Tarmizi, “Pola Interaksi
Antar Umat Beragama Dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik Masyarakat Agama
(Studi Kasus Di Sorowajan)”, skripsi, Jurusan Sosiologi Agama Fakultas
Ushuluddin dan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2010.
Wahyudin,
“Inkorporasi
Pemikiran Nurcholish Madjid Tentang Pluralisme Agama Dalam Pendidikan Islam”, Skripsi
Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta, 2009.
Rohadi, “Dialog
Islam-Kristen Di Indonesia (Kajian Atas Dialog
Teologis)”, Skripsi Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin
Dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2003.
Tarmizi, “Pola Interaksi Antar Umat Beragama Dalam
Perspektif Interaksionisme Simbolik Masyarakat Agama (Studi Kasus Di Sorowajan)”,
skripsi, Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Islam
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2010.
Wahyudin, “Inkorporasi Pemikiran Nurcholish Madjid Tentang
Pluralisme Agama Dalam Pendidikan Islam”, Skripsi Jurusan Kependidikan Islam
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009.
H. Schumann, Dialog
antar umat beragama, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008, hal. 566.
Langganan:
Komentar (Atom)